Oleh : Uti Konsen.U.M.
Selama hayatnya 63 tahun, Nabi Muhammad saw hanya dua kali mengalami sakit. Pertama, beliau pernah mengalami sakit kepala ketika kembali mengunjungi makam pahlawan. Kedua, beliau mengalami sakit – bissahri wal hima – sukar tidur dan demam panas, beberapa hari sebelum wafat. Diantara faktor yang membuat Rasulullah saw sehat, baik jasmani maupun rohaninya, karena beliau tidak pernah meninggalkan salat tahajjud dalam situasi bagaimanapun.
Dari Abu Umamah al Bahili ra, bahwa Rasul saw bersabda, “Kalian harus mengerjakan qiyamul lail, karena itu merupakan tradisi orang-orang yang saleh sebelum kalian, juga merupakan sarana bertaqarrub kepada Rabb kalian, menghapuskan kesalahan-kesalahan dan mencegah dari kemaksiatan serta menghilangkan penyakit pada tubuh.“
Selama hayatnya 63 tahun, Nabi Muhammad saw hanya dua kali mengalami sakit. Pertama, beliau pernah mengalami sakit kepala ketika kembali mengunjungi makam pahlawan. Kedua, beliau mengalami sakit – bissahri wal hima – sukar tidur dan demam panas, beberapa hari sebelum wafat. Diantara faktor yang membuat Rasulullah saw sehat, baik jasmani maupun rohaninya, karena beliau tidak pernah meninggalkan salat tahajjud dalam situasi bagaimanapun.
Dari Abu Umamah al Bahili ra, bahwa Rasul saw bersabda, “Kalian harus mengerjakan qiyamul lail, karena itu merupakan tradisi orang-orang yang saleh sebelum kalian, juga merupakan sarana bertaqarrub kepada Rabb kalian, menghapuskan kesalahan-kesalahan dan mencegah dari kemaksiatan serta menghilangkan penyakit pada tubuh.“