Friday, January 6, 2012

Tahajjud Sehatkan Tubuh, Bahagiakan Jiwa

Oleh : Uti Konsen.U.M.

                                                         Selama hayatnya 63  tahun, Nabi Muhammad saw hanya dua kali mengalami sakit. Pertama, beliau pernah mengalami sakit kepala ketika kembali mengunjungi makam pahlawan. Kedua, beliau mengalami sakit – bissahri wal hima – sukar tidur dan demam panas, beberapa hari sebelum wafat. Diantara faktor yang membuat Rasulullah saw sehat, baik jasmani maupun rohaninya, karena beliau tidak pernah meninggalkan salat tahajjud dalam situasi bagaimanapun.

            Dari Abu Umamah al Bahili ra, bahwa Rasul saw bersabda, “Kalian harus mengerjakan qiyamul lail, karena itu merupakan tradisi orang-orang yang saleh sebelum kalian, juga merupakan sarana bertaqarrub kepada Rabb kalian, menghapuskan kesalahan-kesalahan dan mencegah dari kemaksiatan serta menghilangkan penyakit pada tubuh.“

Friday, December 30, 2011

Maksiat Membuat Jarak dengan Allah

Oleh : Uti Konsen.U.M.
                   
 Maksiat adalah sumber kelemahan iman dan racun yang mematikan bagi hati. Ibnul Al Qayyim RA berkata “ Diantara dampak negatif maksiat adalah terhalang untuk melakukan ketaatan.“ Dan adakalanya seseorang menjadi tercegah dari mendapatkan rezeki disebabkan oleh dosa yang dilakukannya. Begitu juga orang menjadi berat dan sulit untuk bangun beribadah malam karena perbuatan dosa yang diperbuatnya pada siang hari. Salah satu contoh. Sufyan Ats Tsauri RA. telah menuturkan pengalamannya. “Aku sulit sekali melakukan Qiyamul Lail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan.“

Apa dosa yang dilakukan, ulama sufi itu?  Satu saat, ketika ia masuk kedalam masjid, beliau melihat seseorang sedang berzikir sambil menangis. Dalam hatinya terbesit bisikan, “Ah, orang itu riya barangkali.“ Imam Ali bin Abi Thalib RA, Amirul Mukminin berkata kepada seseorang yang mengeluh kepadanya karena tidak mampu melakukan salat tahajjud, “Engkau telah dibelenggu oleh dosa-dosamu.“ Simak pula nasehat Imam Ja’far Ash Shadiq, “Seseorang jika berdusta, diharamkan baginya salat tahajjud dan jika diharamkan salat tahajjud, maka diharamkan baginya rezeki.“

Friday, December 23, 2011

Berjaya Dunia Akhirat dengan Istiqamah Tahajjud

Oleh : Uti Konsen.U.M.
                   
Al Quran menjelaskan bahwa orang-orang yang selalu menjaga salat tahajjud adalah mereka yang berhak memperoleh kemurahan Allah dan rahmat-Nya. Al Quran juga memberikan pujian kepada mereka dan menjadikan mereka sebagai bagian dari para hamba Allah yang baik (Al Furqan (25 ) : 63-64). Rasulullah saw terus memotivasi umatnya dan berpesan kepada pengikutnya supaya berdialog dengan Allah di malam hari, di saat kebanyakan manusia sedang tidur, supaya kita dapat berdekatan dengan Allah di negeri keselamatan bersama para Nabi, orang – orang saleh dan pemimpin kaum mukminin.

Diriwayatkan dari imam Al Baqir ra“ Sesungguhnya Allah sangat menyukai orang yang bergadang untuk mendirikan salat malam.“  Bila seorang hamba istiqamah bangun Tahajjud untuk taqarrub kepada Allah, ia akan mendapatkan kasih sayang-Nya. Bila ia telah  disayangi Allah, ia akan melakukan tugas apapun dengan senang hati. Karena itu ketentraman yang ia raih pada malam hari dengan berbagai aktivitas ibadah yang langsung berhubungan dengan Yang Maha Kuasa dan Maha Perkasa, akan dirasakan pula ketika ia melakukan kegiatan lainnya yang berlangsung pada siang hari yang banyak berhubungan dengan semua makhluk, baik sosial, politik, ekonomi, tarbiyah dakwah atau lainnya.