Showing posts with label Tahajud. Show all posts
Showing posts with label Tahajud. Show all posts

Friday, January 13, 2012

Berjaya Menekuni Qiyamul Lail

Oleh :   Uti Konsen.U.M.

“Hai anak Adam, luangkan waktu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku menghindarkan kamu dari kemelaratan. Kalau tidak Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan  kerja dan Aku tidak menghindarkan kamu dari kemelaratan “ (Hadis Qudsi riwayat Attirmidzi dan Ibnu Majah).

Sembilan dari sepuluh sahabat yang telah dijamin Nabi saw masuk surga adalah pedagang.Walaupun demikian  yang menonjol dari sembilan sahabat pedagang  itu bukan aktivitas bisnisnya, tetapi  ibadahnya. Misalnya Usman bin Affan,saudagar yang kaya raya itu, siang  dan malam masih sempat mengkhatamkan membaca Al Quran  masing-masing satu kali. Tak lama setelah  rombongan hijrah sampai di Madinah, Rasulullah saw menugasi Abdurrakhman bin Auf, ekonom terkenal kota Mekah, untuk membentuk tim “Membangun ekonomi Madinah.”  Kiat yang mereka lakukan, pertama memperbanyak  beristighfar kepada Allah, kemudian munajat di keheningan malam melalui tahajjud, kemudian yang ketiga menerapkan metode-metode ekonomi yang diajarkan Rasulullah saw.

Friday, January 6, 2012

Tahajjud Sehatkan Tubuh, Bahagiakan Jiwa

Oleh : Uti Konsen.U.M.

                                                         Selama hayatnya 63  tahun, Nabi Muhammad saw hanya dua kali mengalami sakit. Pertama, beliau pernah mengalami sakit kepala ketika kembali mengunjungi makam pahlawan. Kedua, beliau mengalami sakit – bissahri wal hima – sukar tidur dan demam panas, beberapa hari sebelum wafat. Diantara faktor yang membuat Rasulullah saw sehat, baik jasmani maupun rohaninya, karena beliau tidak pernah meninggalkan salat tahajjud dalam situasi bagaimanapun.

            Dari Abu Umamah al Bahili ra, bahwa Rasul saw bersabda, “Kalian harus mengerjakan qiyamul lail, karena itu merupakan tradisi orang-orang yang saleh sebelum kalian, juga merupakan sarana bertaqarrub kepada Rabb kalian, menghapuskan kesalahan-kesalahan dan mencegah dari kemaksiatan serta menghilangkan penyakit pada tubuh.“

Friday, December 23, 2011

Berjaya Dunia Akhirat dengan Istiqamah Tahajjud

Oleh : Uti Konsen.U.M.
                   
Al Quran menjelaskan bahwa orang-orang yang selalu menjaga salat tahajjud adalah mereka yang berhak memperoleh kemurahan Allah dan rahmat-Nya. Al Quran juga memberikan pujian kepada mereka dan menjadikan mereka sebagai bagian dari para hamba Allah yang baik (Al Furqan (25 ) : 63-64). Rasulullah saw terus memotivasi umatnya dan berpesan kepada pengikutnya supaya berdialog dengan Allah di malam hari, di saat kebanyakan manusia sedang tidur, supaya kita dapat berdekatan dengan Allah di negeri keselamatan bersama para Nabi, orang – orang saleh dan pemimpin kaum mukminin.

Diriwayatkan dari imam Al Baqir ra“ Sesungguhnya Allah sangat menyukai orang yang bergadang untuk mendirikan salat malam.“  Bila seorang hamba istiqamah bangun Tahajjud untuk taqarrub kepada Allah, ia akan mendapatkan kasih sayang-Nya. Bila ia telah  disayangi Allah, ia akan melakukan tugas apapun dengan senang hati. Karena itu ketentraman yang ia raih pada malam hari dengan berbagai aktivitas ibadah yang langsung berhubungan dengan Yang Maha Kuasa dan Maha Perkasa, akan dirasakan pula ketika ia melakukan kegiatan lainnya yang berlangsung pada siang hari yang banyak berhubungan dengan semua makhluk, baik sosial, politik, ekonomi, tarbiyah dakwah atau lainnya.

Friday, December 2, 2011

Dahsyatnya Waktu di Akhir Malam

Seorang muslim yang istiqamah mengerjakan tahajjud, pasti dicintai dan dekat dengan Allah SWT. Karena  itu Rasulullah SAW menganjurkan kepada kita, “Lazimkanlah dirimu untuk salat malam karena hal itu tradisi orang-orang saleh sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit dan pencegah dari dosa“ (HR.Ahmad).
Maka dari itu, jika ingin mendapat kemuliaan di sisi Allah dan di mata manusia, amalkanlah qiyamul lail secara istiqamah. Dari Sahal bin Sa’ad , ia berkata, “Malaikat Jibril AS datang kepada Nabi SAW lalu berkata, ‘Wahai Muhammad, hiduplah sebebas-bebasnya, akhirnya pun kamu akan mati. Berbuatlah semaumu, pasti akan dapat balasan. Cintailah orang yang engkau mau, pasti kamu akan berpisah. Kemuliaan orang mukmin dapat diraih dengan melakukan salat malam, dan harga dirinya dapat ditemukan dengan tidak minta tolong orang lain.“