Oleh : Uti Konsen.U.M.
“Allah tidak akan menerima ibadah seseorang jika dalam perutnya terdapat barang haram“ (Abdullah bin Abbas RA).” Ibadah yang banyak tetapi disertai dengan usaha yang kotor, hasilnya nihil. Dalam hal ini, kilah Al Harits al Muhasibi RA, seorang sahabat berkata “Jika penghasilannya dari usaha yang baik dan halal, niscaya pelakunya pun akan bersih. Begitu pula sebaliknya. Seorang ulama menuturkan bahwa setan telah berkata, ‘Aku menginginkan dari manusia satu hal. Ketika itu, aku bisa bersamanya meskipun dia sedang beribadah. Aku jadikan penghasilannya dari usaha yang tidak halal. Jika dia menikah,maka nikahnya dari hasil yang haram. Jika dia berbuka puasa, maka makanannya dari hasil yang haram. Dia berhaji, maka hajinya dari hasil usaha yang haram.”
“Allah tidak akan menerima ibadah seseorang jika dalam perutnya terdapat barang haram“ (Abdullah bin Abbas RA).” Ibadah yang banyak tetapi disertai dengan usaha yang kotor, hasilnya nihil. Dalam hal ini, kilah Al Harits al Muhasibi RA, seorang sahabat berkata “Jika penghasilannya dari usaha yang baik dan halal, niscaya pelakunya pun akan bersih. Begitu pula sebaliknya. Seorang ulama menuturkan bahwa setan telah berkata, ‘Aku menginginkan dari manusia satu hal. Ketika itu, aku bisa bersamanya meskipun dia sedang beribadah. Aku jadikan penghasilannya dari usaha yang tidak halal. Jika dia menikah,maka nikahnya dari hasil yang haram. Jika dia berbuka puasa, maka makanannya dari hasil yang haram. Dia berhaji, maka hajinya dari hasil usaha yang haram.”