Oleh : Uti Konsen.U.M.
Rasulullah saw bersabda, “Amal seseorang yang pertama kali diperhitungkan kelak di hari Kiamat adalah salat. Apabila sempurna salatnya maka berbahagialah orang itu dan bebas dari siksa. Namun sebaliknya apabila salatnya ternyata kurang baik dan rusak, maka celaka dan menyesallah orang itu. Jika kekurangan itu terdapat pada salat wajib, maka Allah akan memerintahkan malaikat agar meninjau salat sunnah yang ia kerjakan untuk menutup kekurangannya itu. Setelah selesai perhitungan ibadah salat,maka menyusullah amal-amal perbuatan yang lainnya.“ (HR. Turmuzi).
Diantara salat sunat yang amat dianjurkan oleh Rasulullah untuk mengerjakannya selain salat Tahajjud, ialah salat duha yang mengandung berbagai hikmah. Pertama, Salat dhuha adalah salat sunnah yang sangat hebat dan diakui keajaibannya dalam merangsang hati untuk senantiasa bisa merasakan dekat dengan Sang Maha Kuasa. Kedua, Menunaikan salat dhuha selain sebagai wujud kepatuhan kepada Allah dan Rasul-Nya, juga sebagai perwujudan syukur dan takwa kepada Allah karena Allah Maha Bijaksana.
Rasulullah saw bersabda, “Amal seseorang yang pertama kali diperhitungkan kelak di hari Kiamat adalah salat. Apabila sempurna salatnya maka berbahagialah orang itu dan bebas dari siksa. Namun sebaliknya apabila salatnya ternyata kurang baik dan rusak, maka celaka dan menyesallah orang itu. Jika kekurangan itu terdapat pada salat wajib, maka Allah akan memerintahkan malaikat agar meninjau salat sunnah yang ia kerjakan untuk menutup kekurangannya itu. Setelah selesai perhitungan ibadah salat,maka menyusullah amal-amal perbuatan yang lainnya.“ (HR. Turmuzi).
Diantara salat sunat yang amat dianjurkan oleh Rasulullah untuk mengerjakannya selain salat Tahajjud, ialah salat duha yang mengandung berbagai hikmah. Pertama, Salat dhuha adalah salat sunnah yang sangat hebat dan diakui keajaibannya dalam merangsang hati untuk senantiasa bisa merasakan dekat dengan Sang Maha Kuasa. Kedua, Menunaikan salat dhuha selain sebagai wujud kepatuhan kepada Allah dan Rasul-Nya, juga sebagai perwujudan syukur dan takwa kepada Allah karena Allah Maha Bijaksana.