Oleh : Uti Konsen.U.M.
“ Air mata itu bukti kasih sayang yang ditanamkan oleh Allah di hati hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya Allah menyayangi hamba-hamba-Nya yang penyayang“ (HR.Bukhari dan Muslim ). Siti Aisyah RA bertanya kepada Rasulullah saw, “Apakah ada umatmu yang nanti masuk surga tanpa hisab? “ Beliau saw menjawab, “Ada, yaitu orang yang mengenang dosanya lalu ia menangis.“ Dalam hadis lain Utusan Allah itu bersabda, “Pengakuan seorang hamba kepada Allah atas dosa-dosa yang dilakukannya lebih disukai Allah dari pada ibadah.“ Hadis senada diriwayatkan oleh Abdullah bin Man’ud, bahwa Nabi akhir zaman ini bersabda, “Linangan air mata seorang mukmin karena takut kepada Allah lebih baik daripada ibadah satu tahun.
Bertafakur tentang kebesaran dan kekuasaan Allah sesaat lebih baik daripada puasa enam puluh hari dan salat enam puluh malam. Bukankah Allah memiliki para malaikat yang menyeru setiap siang dan malam?” Zaid bin Arqam meriwayatkan. Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah! Bagaimana caranya aku menghindar dari neraka?“ Nabi saw menjawab, “Dengan linangan air matamu. Sesunggguhnya kedua mata yang menangis karena takut pada Allah tidak akan tersentuh api neraka“ (HR.Ibnu Abi Dunya dan Al-Ashbahani).
“ Air mata itu bukti kasih sayang yang ditanamkan oleh Allah di hati hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya Allah menyayangi hamba-hamba-Nya yang penyayang“ (HR.Bukhari dan Muslim ). Siti Aisyah RA bertanya kepada Rasulullah saw, “Apakah ada umatmu yang nanti masuk surga tanpa hisab? “ Beliau saw menjawab, “Ada, yaitu orang yang mengenang dosanya lalu ia menangis.“ Dalam hadis lain Utusan Allah itu bersabda, “Pengakuan seorang hamba kepada Allah atas dosa-dosa yang dilakukannya lebih disukai Allah dari pada ibadah.“ Hadis senada diriwayatkan oleh Abdullah bin Man’ud, bahwa Nabi akhir zaman ini bersabda, “Linangan air mata seorang mukmin karena takut kepada Allah lebih baik daripada ibadah satu tahun.
Bertafakur tentang kebesaran dan kekuasaan Allah sesaat lebih baik daripada puasa enam puluh hari dan salat enam puluh malam. Bukankah Allah memiliki para malaikat yang menyeru setiap siang dan malam?” Zaid bin Arqam meriwayatkan. Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah! Bagaimana caranya aku menghindar dari neraka?“ Nabi saw menjawab, “Dengan linangan air matamu. Sesunggguhnya kedua mata yang menangis karena takut pada Allah tidak akan tersentuh api neraka“ (HR.Ibnu Abi Dunya dan Al-Ashbahani).